Karakter yang Terbentuk dari Buku

[Gonjlengan 13]
Yogi Sepratama, Bandung

Salam semangat ROY!

Nama saya adalah Yogi Sepratama. Singkat saja, di sini saya hanya ingin menceritakan bagaimana begitu berpengaruhnya buku BALADA SI ROY dalam kehidupan saya. Maaf bila penulisan saya kaku, karena memang saya tidak mempunyai keahlian dalam menulis. Langsung saja saya mulai cerita saya.

Karakter yang terbentuk dari buku. Ya karakter yang ada dalam jiwa saya dan menjadi pegangan prinsip saya dalam metode hidup saya adalah dibentuk oleh 3 buku, yaitu:

  1.  TOM SAWYER ( MARK TWAIN )
  2. AKU ( CHAIRIL ANWAR )
  3. BALADA SI ROY ( GOL A GONG )

Bagian pada diri saya yang dibentuk oleh buku:

  1. TOM SAWYER ( MARK TWAIN )
  2.  AKU ( CHAIRIL ANWAR )

Mungkin tidak perlu saya ceritakan di sini karena akan memakan waktu yang lama dan laman yang cukup panjang untuk saya merilis cerita🙂

Namun karakter yang begitu berpengaruh dalam membentuk karakter pada diri saya adalah karakter yang saya ambil pada buku BALADA SI ROY. Betul apa seperti yang dikatakan saudara ALI GONG SADLLE (saya kutip sedikit yah) “Roy itu melelakikan lelaki Indonesia”, maknai dengan baik! Bagi saya Roy itu adalah bibit yang masih belum dipilah. Agar menjadi unggul kita sebagai pembaca harus pandai memilahnya. Agar jangan sampai bibit yang hampa ikut tertanam dan menjadi sia-sia”. Ya… saya mengambil banyak hal-hal positif dari buku ini. Saya adalah lelaki ABU-ABU, bukan lelaki yang baik dan bukan pula lelaki yang bajingan.

Menjadi sosok seperti ROY seutuhnya adalah impian saya ketika itu. Saya berkeliling ke tempat-tempat yang mungkin tidak ada di peta. Saya menyetubuhi gunung-gunung yang ada di tanah air ini, saya menikmati belaian-belaian angin dari pantai-pantai di tanah ibu pertiwi ini, sampai akhirnya avonturir saya harus terhenti karena terjadinya sebuah kenyataan yang memang sudah menjadi hukum alam, di mana orang yang sangat saya cintai yaitu AYAH saya sendiri harus pergi menghadap sang pencipta.

Di sana saya merasa impian saya dan mimpi saya untuk menjadi ROY harus terhenti, karana saya adalah anak pertama dari dua bersaudara dan saya harus bertanggung jawab menggantikan peran ayah saya menjadi kepala keluarga di keluarga kecil saya ini. Sedih,hilang harapan dan mimpi, bahkan saya sudah membuang semua angan-angan saya tentang Roy. Saya menutup semua cerita-cerita yang ada di benak saya tentang Roy. Saya harus bekerja dan mencari nafkah untuk adik dan ibunda saya.

Perkejaan itu pun saya dapat, dan betul saja, hobi saya yang senang avonturir sudah tidak bisa lagi saya lakukan, karena kawan taulah bagaimana hidup seorang pekerja yang bekerja di dunia retail. Ya saya bergabung di sebuah perusahaan minereal terbesar dan ternama di Indonesia.

Saya benar-benar kehilangan Roy pada saat itu. Namun di setiap saya mendapatkan jatah libur yang hanya 1 hari, saya pasti selalu menyempatkan diri untuk avonturir, walaupun jarak dan batasan wilayahnya tidak pernah keluar dari propinsi jawa barat. 3 tahun saya lalui, hari-hari saya seperti itu. Roy hanya tinggal kenangan saya semasa ayah saya masih ada.

Takdr atau Jodoh
Entah semua ini takdir atau jodoh saya dengan Roy, sepertinya mimpi saya ingin menjadi bagian dari roy sudah menemukan titik temunya. Pada suatu hari pada bulan oktober 2012 ini (tanggal tepatnya saya lupa) , perusahaan tempat saya bekerja memiliki rekanan bisnis dengan sebuah perusahaan retail yang bergerak dalam bidang furniture dan perlengkapan perkakas terbesar di Indonesia (ACE HARDWARE), di mana pada kesepakatan pertama kami adalah, di setiap perusahaan itu mempunyai event, kami bisa ikut bergabung dan mempromosikan produk dari perusahaan kami.

Di tempat itulah akhirnya saya bertemu dengan sosok impian saya itu. Pada acara TRAVEL WRITING yang dilaksanakan di gedung BALTOS (ACE HARDWARE).

Jujur saja saya begitu semangat melihat beliau. Ingin berkenalan dan mengenal lebih dekat. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya, namun yang saya tanyakan adalah hal yang sangat konyol menurut saya yaitu: “Apakah benar ari-ari Anda di buang ke sungai oleh sang ayah?” Beliau pun tertawa.

Ya saat itu akhirnya saya bertemu dengan kang harris GOL A GONG. Lalu beliau menyuruh saya untuk bergabung dengan group BSR. Dari sanalah semangat ROY saya kembali muncul dan benar-benar ingin ikut menjadi bagian dari misi menyebarkan virus ROY di tanah air ini, agar pemuda di negeri ini menjadi pemuda yang berjiwa “Ksatria. Ia tahu mana hak dan kewajiban.bersahabat, bertualang dan berkarya”. (ALI GONG SADLLE )

Semoga saya bisa diterima dalam komunitas ini.
Salam kenal untuk teman-teman semua dari saya.

YOGI ROY BINJAL

“ROY FOR ALL”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: