Balada Avonturir

[Gonjlengan 10]
Zico Ashari Siregar, 24

Balada Si Roy adalah semacam antitesis dari Catatan Si Boy yang sangat tenar di zona 80an. Hal itu yang saya tahu dari BSR sewaktu awal-awal kuliah sekitar tahun 2006. Entah dari mana sumbernya sekelebat menghilang begitu saja. Selebihnya saya tidak tahu dan tidak mencari tahu, sampai saya di semester akhir yang menuntut mahasiswa untuk mencari referensi ke perpustakaan kota di Pekanbaru. Ada dua misi saya kalo ke perpus, yang pertama menemukan buku yang sesuai dengan data yang ingin saya cari, dan yang kedua melihat gadis-gadis yg sering nongkrong di sana, maklum lelaki normal.

Di antara ribuan buku yang saya lihat, ada BSR ‘Joe’ dan ‘avonturir’, membaca nama Gola Gong sebagai pengarangnya tidak membuat saya mengernyitkan dahi, seburuk-buruk ingatan saya, waktu kelas 4 SD saya pernah melihat nama Gola Gong di cover sebuah buku di sebuah di TB Nauli (biasa kami menyebutnya, TB adalah singkatan dari Taman Bacaan, tempat penyewaan komik, novel di kota tempat saya tumbuh Padangsidimpuan, Sumut, semoga tetap eksis!!). Apakah itu cover BSR? Salahkan saja ingatan saya yang buruk. Setelah beberapa menit melihat cover BSR, langsung saya ambil tanpa impresi dan ekspektasi. Yah hanya sebagai selingan ketka saya jenuh terus menerus berfikir menulis teori tanpa aplikasi dalam skripsi.

Namun, suatu malam saya membaca, mulai meresapi, sampai menghayati, saya merasa cerita petualangan tidak pernah sekeren ini, mewakili generasi resah yg mencari jati diri, (saya mungkin terlau tua unutuk masih mencari jati diri di usia 21 tahun) sejak saat itu saya menasbihkan diri sebagai Zico ‘Roy’ Ashari, berdiri sejajar dengan idola-idola saya yang lainnya, ERK, Rezanov GRIBS, Eka Annash The Brandals, terutama dalam memaknai deras kehidupan.

Sebenarnya saya lebih dulu mengenal petualangan dibanding mengenal BSR, akan tetapi petualangan jauh lebih berisi setelah menyelami isi BSR, tidak hanya sekadar unjuk eksistensi anak muda, yah itu tadi, dalam memaknai hidup, bahkan saya menciptakan sebuah lagu yang separuh ROY dan separuh aku. Namanya juga Zico “Roy” Ashari. Ini lagu dan liriknya:

BALADA AVONTURIR

Kelam kusam dikulit ari,
Mata hitam bukan berarti
pelampiasan muka bumi
Bahwa medan terjal berduri

Debu – debu menempel di denim,
deru mesin roda beradu bersinonim,
jempol mengayun tepi trotoar
dengan alunan lagu “flowers” jadi repertoar,
semoga truk tiada yang menghindar

reff:
hey 3x
hey balada avonturir..
mondar mandir seperti kurir
hey balada avonturir ..
menjelajah sebagai jenjang karir
hey balada avonturir
selalu mengalir ikuti air

* * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: