Aku di antara Abangku, Gol A Gong dan Balada Si Roy

[Gonjlengan 08]
Ali Gong Shadlle, Handil – Samarinda

sejak perkenalan pertama kali dgn cerbung majalah HAI ini, saya seperti ketemu dunia baru. saya yang hanya bersekolah dikampung kecil dengan keterbatasan segala-galanya jadi punya semangat juang. dan saya selalu menunggu kedatangan abang saya, yang waktu itu sudah bersekolah SMA di kota Balikpapan. karena dia pasti bawa majalah HAI.

pun setelah saya SMA dan abang saya dapat PMDK di Bogor. saya tak diizinkan sekolah di kota, karena di rumah tak ada lagi yang bantu orang tua. adik saya yang terakhir masih kecil dan seorang perumpuan. pertama kali abang saya pulang dari Bogor, ia menghadiahi saya sebuah ransel dan 9 seri novel BSR. “Yang kesepuluh nanti kamu beli sendiri” ujarnya. waktu itu saya masih bersekolah di Mts swasta dekat rumah.

Dengan ransel dan 9 seri BSR, awalnya belum membuat saya meledak. awal SMA. maka mulailah ledakan-ledakan kecil. BSR kitabku, benda yang tak pernah keluar dari dalam ransel. bahkan mengalahkan buku pelajaran. buku pelajaaran boleh lupa, tidak dengan BSR. mulailah khayalan-khayalan kecil tentang petualang. kemah, hutan, pantai, mau ngebut tapi tak punya motor, mabuk dan narkoba selalu terngiang suara mama dan abah saya.

ada OSIS, pramuka, majalah dinding yang jadi pelarian saya. saat jadi ketua OSIS, BSR tetap jadi rujukan kegiatan. di Pramuka saya dan kawan-kawan buat long march napak tilas perjuangan merah putih. menembus hutan menyusuri jejak pejuang berdasarkan cerita kakek (ini juga dari BSR).

suatu kali saya pernah ngamuk karena BSR 5 hilang dari dalam ransel. satu kursi patah saya banting. lalu dapat hukuman dari kepsek 3 hari bersihin seluruh WC di sekolah. hari terakhir genk cewek di sekolah saya datang, minta maaf sambil ngembaliin BSR. saat inilah nama GONG mulai melekat. kepsek, guru dan kawan-kawan mulai memanggil saya begitu.

BSR mengajariku hidup, hitam dan putih, sikap, dan bagai mana berbagi. menjadi seorang lelaki dengan tanggung jawabnya.

suatu kali, aku, kedua abangku dan abah duduk di ruang tamu. sambil bercerita tentang BSR. kami berdiskusi bersama tentang siapa Gol A Gong. kemudian abah bertanya “mungkinkah dia datang bertualang ke rumah kita?

Sungai Raden. Oktober 2012

* * *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: